Curi Perhatian di Demo, Ketua BEM Ini Menjadi Idola Baru Kaum Muda

Demonstrasi simultan oleh mahasiswa Indonesia untuk menentang RUU KUHP dan RUU KPK menjadi perhatian publik. Tiga tokoh penting dalam gerakan ini adalah kepala BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang mewakili aspirasi para siswa. Kepala BEM yang muncul di program televisi menyuarakan keluhan mereka kepada pemerintah dan mencuri perhatian publik. Memiliki argumen kritis dan cerdas, para ketua BEM ini menjadi idola baru bagi kaum muda.

Ketua BEM Universitas Indonesia Manik Marganamahendra

Ketua BEM UI mencuri perhatian publik ketika menyerukan mosi tidak percaya pada DPR RI. Menentang RUU KUHP dan RUU KPK, Manik dengan keras menyebut DPR ‘Dewan Pengkhianat Rakyat’. Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat S1 FKM UI tahun 2015 ini juga mendapat banyak pujian dari netizen karena kepemimpinannya dan kemampuannya dalam mengemukakan pendapat, ia menjadi idola baru kaum muda.

Ketua Universitas Gadjah Mada BEM Muhammad Atiatul Muqtadir

View this post on Instagram

[Saya ingin Capim KPK yang…. ] . . Saya ingin capim KPK yang hanya takut pada tuhan. Mengapa demikian? Karena dengan perasaan itulah, ia tidak takut akan miskin, ia tidak takut pada intimidasi. Ia berani berhadapan dengan elit-elit politik yang kuat, karena ia sadar ada yang Maha kuat. Sebagaimana semangat 'inni akhoofunnaar' umar bin abdul aziz yang membuat kepemimpinan singkatnya begitu signifikan dan bermakna. Paradigma yang menghasikan kepercayaan: meski dirinya hancur di dunia, tapi perjuangannya menghantarkannya pada posisi mulia. . . Sayangnya, paradigma ini justru dipandang sebagian orang sebagai sikap radikal. Apalagi sejak ada peniliaian elemen 'radikali' dalam proses seleksi capim KPK, nampaknya harapan saya mendapatkan capim KPK yang berani berjuang karena hanya takut pada Tuhannya sulit tuk jadi kenyataan. Ya, alih-alih fokus pada penilaian integritas seperti mempertimbangkan rekam jejak dan juga LHKPN, pansel malah ikut ke dalam pusaran isu radikalisme yang masih belum jelas persoalannya. . Bukan hanya isu yang ndak jelas. Kerja-kerja pansel yang intransparan dan tak mau mendengar masukan publik, membuat masih adanya calon pimpinan KPK yang tak sesuai harapan publik. Ada yang diduga telribat persoalan etik, pernah menghambat kinerja KPK, dan sebagainya. . . Padahal keberhasilan pemberantasan korupsi ditentukan oleh independensi lembaga pemberantasan korupsi itu sendiri. Dimana dalam studi UNDP, dua diantara faktor penentunya ialah pemilihan pimpinan komisi tersebut menggunakan prosedur yang demokratis, transparan, dan objektif dan pimpinan komisi terpilih dikenal sebagai orang dengan integritas yang baik dan teruji. Sudahkah proses seleksi berjalan dan menghasilkan calon-calon yang demikian? . . Namun, bagaimanapun, persoalan korupsi bukan hanya tugas KPK. Ini adalah perilaku yang harus dilawan oleh seluruh elemen masyarakat. Persoalan korupsi bukanlah persoalan hukum, ia adalah persoalan etik dan kemanusiaan, yang penyelesaiannya tidak bisa hanya diserahkan pada elit, ini adalah tugas gerakan rakyat.

A post shared by M Atiatul Muqtadir (@fathuurr_) on

Ketua BEM, yang telah menjadi ‘trending topic’, juga menggeser daftar idola kaum muda. Seperti Manik, pria muda yang akrab disapa Fathur mencuri perhatian dengan argumennya yang menunjukkan kepadanya tentang perwakilan rakyat. Ia adalah mahasiswa Kedokteran Gigi UGM pada 2015 dari Palembang. Viral setelah muncul di sebuah acara televisi swasta, Fathur menjadi buah bibir di kalangan netizen yang kemudian menemukan bahwa ia juga seorang master Quran dan lulusan sekolah asrama Islam.

Salah satu ucapan Ketua BEM UGM yang paling diingat adalah “Keterlambatan adalah bahasa politik, ketika sidang paripurna ditolak atau tidak diterima, tidak ada penundaan,” katanya dalam program ILC.

Ketua BEM Trisakti Dinno Ardiansyah

Dinno Ardiansyah menjadi perhatian publik setelah ikut demonstrasi beberapa hari yang lalu. Dinno adalah salah satu tokoh penting di momen bersejarah ini. Dia bahkan menjadi pemimpin teman-temannya untuk mengatakan janji siswa untuk membakar semangat mereka. Selain itu, Ketua BEM Trisakti juga sangat menentang pemberian Putra Reformasi kepada Joko Widodo dari kampusnya karena dianggap tidak sejalan dengan perjuangan Universitas Trisakti dalam kaitannya dengan hak asasi manusia.

Presiden Keluarga Mahasiswa ITB Royyan A Dzakiy

Presiden KM (Keluarga Pelajar) ITB (Institut Teknologi Bandung) Royyan A Dzakiy juga tidak kurang blak-blakan dalam mengekspresikan aspirasinya dan teman-teman mahasiswanya di depan perwakilan rakyat. Royan dianggap andal dalam ‘memanggang’ Fahri Hamzah di acara Mata Najwa tadi malam. “Jika menurut Bang Fahri itu cara terbaik untuk memperkuat DPR, jangan-jangan DPR ini Fahri Hamzah bukan DPR RI,” kata Royyan, mengenakan almamater hijau kepada DPR ketika membahas RUU KPK .

Related articles

7 Instagram Makanan Blogger Indonesia yang Harus Diikuti Pemburu Camilan Lezat

Generasi milenial tidak dapat dipisahkan dari gadget, tempat hit dan Instagrammable bertahan. Nah, berikut adalah lima blogger makanan yang sering menjadi referensi generasi milenium untuk menentukan di mana harus makan sekarang versi InspiratorFreak: 1. @anakjajan (Julia & Marius) Akun ini, yang memiliki 294.000 pengikut, tidak pernah absen dalam berbagi informasi tentang makanan enak dan kontemporer. Memenangkan penghargaan […]

Pria yang dicurigai mendengarkan lagu sambil mengisi daya, menyebabkan ponsel bocor dan menyebabkan kecelakaan fatal!

Baru-baru ini, ponsel yang mengisi baterai mati terjadi di Thailand. Menurut laporan, polisi Thailand melakukan panggilan telepon dari publik kemarin pagi dan pergi ke tempat kejadian untuk menemukan seorang pria yang meninggal di kasur. Ketika polisi menemukan pria itu, dia memegang ponsel di sebelahnya, dan telinganya mengenakan headset yang terhubung ke ponsel pengisian daya. Polisi […]